Selasa, 19 Mei 2015

[036] Yaasiin Ayat 020

««•»»
Surah Yaa siin 20

وَجَاءَ مِنْ أَقْصَى الْمَدِينَةِ رَجُلٌ يَسْعَى قَالَ يَا قَوْمِ اتَّبِعُوا الْمُرْسَلِينَ
««•»»
wajaa-a min aqshaa almadiinati rajulun yas'aa qaala yaa qawmi ittabi'uu almursaliina
««•»»
Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki dengan bergegas- gegas ia berkata: "Hai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu".
««•»»
There came a man from the city outskirts, hurrying. He said, ‘O my people! Follow the apostles!
««•»»

Sunatullah berlaku bahwa setiap Rasul yang bertugas menyampaikan kebenaran bila mereka terdesak pasti akan datang bantuan Tuhan untuk membelanya. Datanglah seorang laki-laki bernama Habib, sebagaimana diceritakan di atas. Yang jelas dia ini bukan orang yang berpengaruh ataupun mempunyai kekuasaan yang menentukan, juga bukan keluarga atau orang yang berpengaruh terhadap raja negeri itu. Hanya dengan dinamika kekuatan imannya sajalah dia datang dari pelosok negeri guna membela utusan Nabi Isa dengan memperingati orang-orang yang hendak menjatuhkan siksaan terhadap para utusan Nabi Isa, seraya ia menyerukan agar mereka mengikuti Rasul-rasul Tuhan yang datang hanya menyampaikan petunjuk Allah.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan datanglah dari ujung kota seorang laki-laki) Habib An Najjar atau Habib si tukang kayu; dia telah beriman kepada utusan-utusan Nabi Isa, dan tempat tinggalnya berada di ujung kota Inthakiyah (dengan bergegas-gegas) lari dengan cepat, tatkala ia mendengar berita bahwa kaumnya mendustakan utusan-utusan itu (ia berkata, "Hai kaumku! Ikutilah utusan-utusan itu.)
««•»»
And there came a man from the furthest part of the city — this was Habīb the carpenter, who had believed in these messengers and whose house lay at the far end of the city — hastening, with a hurried pace, after he had heard that the people had denied the messengers. He said, ‘O my people, follow the messengers!
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 19][AYAT 21]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
20of83
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=36&tAyahNo=20&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#36:20

[036] Yaasiin Ayat 019

««•»»
Surah Yaa siin 19

قالوا طائِرُكُم مَعَكُم ۚ أَئِن ذُكِّرتُم ۚ بَل أَنتُم قَومٌ مُسرِفونَ
««•»»
qaaluu thaa-irukum ma'akum a-in dzukkirtum bal antum qawmun musrifuuna
««•»»
Utusan-utusan itu berkata: "Kemalangan kamu adalah karena kamu sendiri. Apakah jika kamu diberi peringatan (kamu bernasib malang)? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampui batas".
««•»»
They said, ‘Your bad omens attend you. What! If you are admonished … .1 Rather you are a profligate lot.’
««•»»

Mereka (penduduk Antakiyah) itu terpojok, tidak bisa lagi mematahkan alasan-alasan Rasul itu. Sebab itu mereka mengancam "Kalau kesengsaraan menimpa kami kelak, maka hal ini disebabkan perbuatan ini".

Sebab itu kalau kamu tidak mau menghentikan dakwah yang sia-sia ini, terpaksa kami harus merajam (melempar) kamu dengan batu atau kami jatuhkan padamu siksaan yang amat pedih. Ketiga utusan itu menangkis: "Kalau kamu terpaksa mengalami siksaan kelak itu adalah akibat perbuatanmu sendiri, bukan karena kami. Bukankah Anda sekalian yang mempersekutukan Allah, mengerjakan pekerjaan maksiat, melakukan kesalahan-kesalahan?

Sedang kami hanya sekadar mengajak kamu untuk mentauhidkan Allah, mengikhlaskan diri dalam beribadah dan tobat (dari segala kesalahan) kepada-Nya. Apakah karena kami memperingatkan kamu dengan azab Allah yang sangat pedih dan mengajak kamu mentauhidkan-Nya, lalu kamu siksa kami? Itukah balasan yang pantas buat kami?

Hal itu menunjukkan bahwa kamulah bangsa yang melampaui batas (keterlaluan). Keterlaluan dengan cara berpikir dan menetapkan putusan untuk menyiksa dan merajam kami. Karena kamu menganggap buruk orang-orang yang semestinya kamu mengambil petunjuk dari padanya, demikian juga faktor yang membawa kepada kebahagiaan kamu jadikan kecelakaan.

Ayat yang serupa ini mirip pengertiannya dengan ayat:
فإذا جاءتهم الحسنة قالوا لنا هذه وإن تصبهم سيئة يطيروا بموسى ومن معه ألا إنما طائرهم عند الله ولكن أكثرهم لا يعلمون
Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran, mereka berkata: "ini adalah karena (usaha) kami". Dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang besertanya. Ketahuilah sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
(QS. Al A'raaf [7]:131)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Utusan-utusan itu berkata, "Kemalangan kalian) yakni kesialan kalian itu (adalah karena kalian sendiri") disebabkan ulah kalian sendiri karena kafir. (Apakah jika) Hamzah Istifham digabungkan dengan In Syarthiyah, keduanya dapat dibaca Tahqiq, dan dapat pula dibaca Tas-hil (kalian diberi peringatan) yakni diberi nasihat dan peringatan; jawab Syarath tidak disebutkan. Lengkapnya ialah apakah jika kalian diberi peringatan lalu kalian bernasib sial karenanya lalu kalian kafir? Pengertian terakhir inilah objek daripada Istifham atau kata tanya. Makna yang dimaksud adalah sebagai cemoohan terhadap mereka. (Sebenarnya kalian adalah kaum yang melampaui batas) karena kemusyrikan kalian.
««•»»
They said, ‘May your augury of ill be with you!, [as punishment] for your disbelief. What! [Even] if (a-in: the interrogative hamza has been added to the conditional in, ‘if’, the hamza may be pronounced or elided, but in both cases add an alif between it and the other one) [it be that] you are being reminded?, [even if] you are being admonished and made to fear [God’s chastisement]? (the response to the conditional has been omitted, that is to say, ‘do you augur ill and disbelieve [even if it be that you are being admonished]?’ and this [response] constitutes the object of the interrogative, which is meant [rhetorically] as a rebuke). Nay, but you are a profligate people!’, who transgressing the bounds [set by God] with your [practice of] idolatry.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 18][AYAT 20]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
19of83
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=36&tAyahNo=19&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#36:19

Jumat, 15 Mei 2015

[036] Yaasiin Ayat 018

««•»»
Surah Yaa siin 18

قَالُوا إِنَّا تَطَيَّرْنَا بِكُمْ لَئِنْ لَمْ تَنْتَهُوا لَنَرْجُمَنَّكُمْ وَلَيَمَسَّنَّكُمْ مِنَّا عَذَابٌ أَلِيمٌ (18) قَالُوا طَائِرُكُمْ مَعَكُمْ أَئِنْ ذُكِّرْتُمْ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ
««•»»
qaaluu innaa tathayyarnaa bikum la-in lam tantahuu lanarjumannakum walayamassannakum minnaa 'adzaabun aliimun
««•»»
Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami akan merajam kamu dan kamu pasti akan mendapat siksa yang pedih dari kami".
««•»»
They said, ‘Indeed we take you for a bad omen. If you do not relinquish we will stone you, and surely a painful punishment will visit you from us.’
««•»»

Mereka (penduduk Antakiyah) itu terpojok, tidak bisa lagi mematahkan alasan-alasan Rasul itu. Sebab itu mereka mengancam "Kalau kesengsaraan menimpa kami kelak, maka hal ini disebabkan perbuatan ini".

Sebab itu kalau kamu tidak mau menghentikan dakwah yang sia-sia ini, terpaksa kami harus merajam (melempar) kamu dengan batu atau kami jatuhkan padamu siksaan yang amat pedih. Ketiga utusan itu menangkis: "Kalau kamu terpaksa mengalami siksaan kelak itu adalah akibat perbuatanmu sendiri, bukan karena kami. Bukankah Anda sekalian yang mempersekutukan Allah, mengerjakan pekerjaan maksiat, melakukan kesalahan-kesalahan?

Sedang kami hanya sekadar mengajak kamu untuk mentauhidkan Allah, mengikhlaskan diri dalam beribadah dan tobat (dari segala kesalahan) kepada-Nya. Apakah karena kami memperingatkan kamu dengan azab Allah yang sangat pedih dan mengajak kamu mentauhidkan-Nya, lalu kamu siksa kami? Itukah balasan yang pantas buat kami?

Hal itu menunjukkan bahwa kamulah bangsa yang melampaui batas (keterlaluan). Keterlaluan dengan cara berpikir dan menetapkan putusan untuk menyiksa dan merajam kami. Karena kamu menganggap buruk orang-orang yang semestinya kamu mengambil petunjuk dari padanya, demikian juga faktor yang membawa kepada kebahagiaan kamu jadikan kecelakaan.

Ayat yang serupa ini mirip pengertiannya dengan ayat:
فإذا جاءتهم الحسنة قالوا لنا هذه وإن تصبهم سيئة يطيروا بموسى ومن معه ألا إنما طائرهم عند الله ولكن أكثرهم لا يعلمون
Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran, mereka berkata: "ini adalah karena (usaha) kami". Dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang besertanya. Ketahuilah sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
(QS. Al A'raaf [7]:131)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Mereka menjawab, "Sesungguhnya kami bernasib malang) mengalami kesialan (karena kalian) kami mengalami kekeringan dan tidak pernah turun hujan sebab ada kalian (sesungguhnya jika) huruf Lam di sini bermakna qasam (kalian tidak berhenti -menyeru kami-, niscaya kami akan merajam kalian) dengan batu-batu (dan kalian pasti akan mendapat siksa yang pedih dari kami.") siksa yang menyakitkan.
««•»»
They said, ‘We augur ill of you, for we have been deprived of rain because of you. If (la-in: the lām is for oaths) you do not desist, we will surely stone you and there shall befall you, at our hands, a painful chastisement’.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 17][AYAT 19]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
18of83
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=36&tAyahNo=18&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#36:18

[036] Yaasiin Ayat 017

««•»»
Surah Yaa siin 17

وَمَا عَلَيْنَا إِلَّا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ
««•»»
qaaluu rabbunaa ya'lamu innaa ilaykum lamursaluuna
««•»»
Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas".
««•»»
and our duty is only to communicate in clear terms.’
««•»»

Kemudian dijelaskan misi yang mereka bawa, yakni bahwa Rasul-rasul itu hanyalah sekadar menyampaikan risalah Allah. Terserahlah pada manusia apakah akan beriman (percaya) kepada risalah tersebut atau tidak Andai kata mereka beriman, faedah keimanan itu adalah untuk kebahagiaan mereka jua, di dunia dan di akhirat. Sebaliknya kalau orang-orang kafir itu tidak mau melaksanakan seruan Rasul-rasul itu toh akibatnya akan menimpa diri mereka sendiri.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan -perintah Allah- dengan jelas") menyampaikan yang jelas dan gamblang melalui mukjizat-mukjizat yang terang, yaitu dapat menyembuhkan orang buta, yang berpenyakit supak, dan dapat menghidupkan orang mati.
««•»»
And our duty is only to communicate in clear terms’, to deliver the Message clearly and manifestly with plain proofs, such as the curing of the blind, the leper and the diseased and the bringing of the dead back to life.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 16][AYAT 18]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
17of83
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=36&tAyahNo=17&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#36:17