««•»»لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَا أُنْذِرَ آبَاؤُهُمْ فَهُمْ غَافِلُونَ
««•»»
litundzira qawman maa undzira aabaauhum fahum ghaafiluuna
««•»»
Agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapak-bapak mereka belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai.
««•»»
that you may warn a people whose fathers were not warned,[Cf. 28:46;32:3;34:44] so they are oblivious.
««•»»
Adapun hikmah diturunkannya Alquran itu antara lain untuk memberi peringatan kepada bangsa Arab yang belum pernah didatangi oleh Rasul, yang memberi kabar takut.
Dalam ayat ini disebutkan kerusakan moril bangsa Arab dengan Lafal "lalai" yang menyebabkan kerusakan moral yang hebat, yang terdapat di dalam hati manusia. Hati yang lalai ialah hati yang tidak melaksanakan kewajiban yang harus dilaksanakan.
Mereka adalah bangsa Arab keturunan Ismail yang memang sebelumnya kepada mereka belum pernah dikirim seorang Rasulpun. Oleh karena itu mereka belum mengenal tata aturan (syariat) yang membawa manusia kepada kebahagiaan hidup bermasyarakat.
Adapun lafal yang mengandung pengertian khusus ditujukan kepada bangsa Arab saja, tidak merubah maksud risalah yang sebenarnya, yakni tertuju kepada sekalian manusia,
sebagaimana ditegaskan dalam ayat lain:
قل يا أيها الناس إني رسول الله إليكم جميعا
Katakanlah: "Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua".
(QS. Al A'raaf [7]:158)
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
(Agar kamu memberi peringatan) dengan Alquran itu (kepada kaum) lafal Litundzira berta'alluq kepada lafal Tanziilun (yang bapak-bapak mereka belum pernah diberi peringatan) mereka belum pernah diberi peringatan karena hidup di zaman fatrah atau zaman kekosongan nabi dan rasul (karena itu mereka) yakni kaum itu (dalam keadaan lalai) lalai dari iman dan petunjuk.
««•»»
that you may warn, therewith, a people (qawman, connected to tanzīla, ‘a revelation’) whose fathers were not warned, in the period of the interval (al-fatra), so they, this people, are oblivious, to faith and right guidance.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 5]•[AYAT 7]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
6of83
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=36&tAyahNo=6&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#36:6
that you may warn, therewith, a people (qawman, connected to tanzīla, ‘a revelation’) whose fathers were not warned, in the period of the interval (al-fatra), so they, this people, are oblivious, to faith and right guidance.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 5]•[AYAT 7]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
6of83
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=36&tAyahNo=6&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#36:6

Tidak ada komentar:
Posting Komentar