««•»»وَاضْرِبْ لَهُمْ مَثَلًا أَصْحَابَ الْقَرْيَةِ إِذْ جَاءَهَا الْمُرْسَلُونَ
««•»»
waidhrib lahum matsalan ash-haaba alqaryati idz jaa-ahaa almursaluuna
««•»»
Dan buatlah bagi mereka suatu perumpamaan, yaitu penduduk suatu negeri ketika utusan-utusan datang kepada mereka.
««•»»
Cite for them the example of the inhabitants of the town when the apostles came to it.
««•»»
Allah menyuruh Nabi Muhammad untuk menceritakan kepada kaum musyrik Quraisy dan sekaligus kepada kaum yang mendustakan risalahnya tentang riwayat Ashabu1 Qaryah sebagai pengajaran intisari dari kisah itu menyatakan siapa saja yang mendustakan Rasul akan mengalami nasib malang seperti apa yang dialami oleh Ashabul Qaryah. Rasul yang diutus kepada mereka adalah dua orang utusan Nabi Isa yang bernama Yuhana dan Bulis seperti disebutkan di atas.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
(Dan buatlah) adakanlah (buat mereka suatu perumpamaan) lafal Matsalan adalah Maf'ul Awal (yaitu penduduk) lafal Ashhaaba ini menjadi Maf'ul yang kedua (suatu negeri) yaitu kota Inthakiah (ketika datang kepada mereka) lafal ayat ini sampai akhir ayat berkedudukan menjadi Badal Isytimal dari lafal Ashhaabal Qaryah (utusan-utusan) utusan-utusan Nabi Isa.
««•»»
And strike for them as a similitude (mathalan is the first direct object) the inhabitants (ashāba is the second direct object) of the town, [of] Antioch (Antākya), when the messengers, namely, Jesus’s disciples, came to it (idh jā’ahā’l-mursalūna is an inclusive substitution for ashāba’l-qaryati, ‘the inhabitants of the town’).
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 12]•[AYAT 14]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
13of83
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=36&tAyahNo=13&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#36:13
And strike for them as a similitude (mathalan is the first direct object) the inhabitants (ashāba is the second direct object) of the town, [of] Antioch (Antākya), when the messengers, namely, Jesus’s disciples, came to it (idh jā’ahā’l-mursalūna is an inclusive substitution for ashāba’l-qaryati, ‘the inhabitants of the town’).
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 12]•[AYAT 14]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
13of83
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=36&tAyahNo=13&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#36:13

Tidak ada komentar:
Posting Komentar